PT Aji Bakuh Anugrah — Gresik, East Java, Indonesia
PT Aji Bakuh Anugrah, berlokasi di Gresik, Jawa Timur, menawarkan cocoa shell berkualitas sebagai bahan bakar biomassa. Sebagai pemasok utama di kawasan Surabaya, perusahaan mengutamakan konsistensi mutu dan layanan logistik yang handal. Cocoa shell kami diproses dengan standar internasional untuk mendukung berbagai kebutuhan industri.
Jika Anda membandingkan cocoa shell dengan biomassa lain, nilai kalorinya berada di antara sekam padi (3105 kcal/kg) dan kulit kelapa sawit (4603 kcal/kg). Berbeda dengan Rice Husk yang mengandung SiO₂ tinggi (14,5 %), cocoa shell memiliki kandungan abu yang lebih rendah, sehingga cocok untuk pembakaran bersih. Dibandingkan dengan RHA berkarbon tinggi (misalnya High C RHA dengan 54,2 % karbon), cocoa shell menawarkan keseimbangan antara energi dan mineral. Pilihan ini memberi keunggulan bagi industri yang mengutamakan efisiensi energi tanpa mengorbankan kualitas abu.
Cocoa shell adalah lapisan luar biji kakao yang terlepas selama proses pemanggangan dan penggilingan. Produk sampingan ini biasanya dianggap limbah, namun kini diproses menjadi biomassa berkalori tinggi. Asal usulnya dapat ditelusuri dari perkebunan kakao di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan sekitarnya. Karena sifatnya yang kering dan berpori, cocoa shell mudah diolah menjadi pelet atau bahan bakar padat.
Ketika membeli cocoa shell, perhatikan sertifikasi kualitas dan hasil uji laboratorium yang transparan. Ketersediaan stok reguler serta kemampuan logistik PT Aji Bakuh Anugrah di Pelabuhan Gresik memastikan pengiriman tepat waktu ke Surabaya. Konsistensi ukuran partikel dan kadar kelembaban di bawah 12 % menjadi indikator penting bagi pembeli. Pastikan pula adanya layanan purna jual untuk penyesuaian mutu bila diperlukan.
Cocoa shell yang dipasok PT Aji Bakuh Anugrah memiliki nilai kalorifik sekitar 4.200 kcal/kg, sebanding dengan Palm Kernel Shell yang mencapai 4.603 kcal/kg. Kandungan abu biasanya di bawah 5 % dengan silica (SiO₂) kurang dari 2 %, menjadikannya lebih bersih dibandingkan Rice Husk yang mengandung 14,5 % SiO₂. Kadar karbon berada pada kisaran 45‑50 %, memberikan energi yang stabil selama pembakaran. Semua parameter ini diuji sesuai standar ISO 17225‑2 untuk biomassa padat.
Industri semen di Surabaya memanfaatkan cocoa shell sebagai bahan bakar alternatif pada kiln, mengurangi ketergantungan pada batu bara. Pembangkit listrik berbasis biomassa juga mengintegrasikan cocoa shell untuk menghasilkan listrik bersih dengan emisi lebih rendah. Selain itu, cocoa shell dapat diolah menjadi feed meal dengan protein sekitar 16 %, cocok untuk pakan ternak. Penggunaan di industri pembuatan briket memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani kakao.
Memanfaatkan cocoa shell mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi terbarukan, mengurangi volume sampah organik di daerah Surabaya. Proses pembakaran menghasilkan emisi CO₂ yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, mendukung target net‑zero Indonesia. Penggunaan biomassa lokal juga menurunkan jejak karbon transportasi karena jarak pengiriman pendek dari Gresik ke Surabaya. PT Aji Bakuh Anugrah berkomitmen pada praktik berkelanjutan dengan audit lingkungan tahunan.
PT ABA Help Desk