PT Aji Bakuh Anugrah — Gresik, East Java, Indonesia
07 Oct 2026 · PT Aji Bakuh Anugrah
Tahukah Anda bahwa sisir padi yang biasanya hanya dipakai sebagai pupuk bisa menjadi alas ternak unggul? Di Gresik, peternak lokal mulai mengganti kayu dengan sisir padi demi kualitas dan biaya yang lebih baik. Alas ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan ayam. Dari pengalaman saya selama sepuluh tahun, penggunaan sisir padi secara konsisten menghasilkan penurunan penyakit dan peningkatan produktivitas. Mari kita ungkap alasan di balik tren ini dan bagaimana PT Aji Bakuh Anugrah dapat memudahkan akses Anda.
Alas sisir padi kini menjadi pilihan utama di peternakan ayam kampung dan komersial. Peternak di Gresik mengadopsinya karena teksturnya yang lembut namun cukup kuat untuk menahan beban ayam. Di lapangan, sisir padi menambah sirkulasi udara, mengurangi kelembapan, dan meminimalkan bau busuk. Hasilnya, tingkat infeksi bakteri turun hingga 30 % dibandingkan dengan kayu. Selain itu, sisir padi mudah disebar dan diratakan tanpa alat berat. Karena bahan ini terbuat dari limbah pertanian, biaya perawatan menjadi lebih rendah dibandingkan bahan sintetis.
Sisir padi adalah contoh circular economy yang nyata. Dengan memanfaatkan limbah padi, peternak mengurangi volume sampah organik di ladang. Emisi CO₂ dari proses penguraian alami sisir padi jauh lebih rendah dibandingkan alas kayu yang harus diproses. Di Gresik, peternak yang beralih ke sisir padi melaporkan penurunan gas rumah kaca sekitar 15 kg CO₂ per ton alas. Selain itu, sisir padi mengikat nitrogen, meminimalkan kebutuhan pupuk kimia di area peternakan. Dari perspektif keberlanjutan, produk ini membantu menjaga kualitas tanah di sekitar peternakan.
Dalam membeli sisir padi, harga per ton biasanya berkisar antara Rp 1.200.000–1.400.000, tergantung pada tingkat kelembapan. Ketersediaan di Gresik cukup melimpah karena jaringan distribusi PT Aji Bakuh Anugrah luas. Pastikan Anda memeriksa kadar air; sisir padi dengan kadar 9,5 % akan lebih tahan lama. Faktor lain yang tidak boleh diabaikan adalah kepadatan bulk; sisir padi dengan kepadatan 100–120 kg/m³ memberikan volume yang optimal untuk ruang kandang. Selain itu, pertimbangkan kebutuhan spesifik seperti ukuran ruang dan jumlah ayam, agar tidak terjadi pemborosan material.
Jika dibandingkan dengan kayu, sisir padi lebih murah dan lebih mudah disebar karena ringan. Kayu memerlukan proses pemotongan dan pengeringan, sedangkan sisir padi sudah siap pakai. Serbuk kayu seringkali mengandung partikel halus yang menimbulkan debu, sedangkan sisir padi memiliki partikel kasar yang menstabilkan sirkulasi udara. Dalam hal kenyamanan ayam, sisir padi meminimalkan luka pada kaki dibandingkan kayu keras. Dari sisi kebersihan, sisir padi tidak menimbulkan bau asam yang biasa ditemukan pada kayu yang belum terdegradasi. Semua faktor ini menjadikan sisir padi pilihan yang unggul untuk peternakan modern.
Di sebuah peternakan di Gresik, peternak bernama Budi memutuskan mengganti alas kayu dengan sisir padi. Setelah tiga bulan penggunaan, ia mencatat penurunan kasus dermatitis pada ayam sebesar 40 %. Peningkatan kenyamanan terlihat di tingginya kepuasan ayam, yang tercermin dari rata-rata berat badan bertambah 8 %. Selain itu, Budi melaporkan bahwa proses pembersihan kandang menjadi lebih cepat, menghemat tenaga kerja sekitar 20 %. Praktik ini juga membantu Budi memenuhi standar sertifikasi peternakan berkelanjutan yang semakin ketat.
Sisir padi alami memiliki energi 3105 kcal/g, kelembapan 9,5 %, dan SiO₂ 14,5 %. Kepadatan bulk 100–120 kg/m³ memastikan volume optimal di kandang. Nilai gizi rendah membuat sisir padi tidak memicu pertumbuhan mikroba berbahaya. Selain itu, sisir padi dapat dicampur dengan bahan lain, seperti pupuk organik, untuk meningkatkan nilai tambah. Untuk peternak yang ingin memanfaatkan sisir padi secara penuh, PT Aji Bakuh Anugrah menyediakan layanan pengemasan dan pengiriman tepat waktu.
PT ABA Help Desk